Sabtu, 21 Januari 2012

Ketika ukhuwah kita dipertanyakan?

Cinta adalah ukhuwah. Tiada ukhuwah yang dilandasi tanpa cinta. Ukhuwah mengantarkan seseorang pada suatu tingkat dimana gejolak hati jadi mereda. Hanya ketenangan dalam qalbu yang terasa. Semua terasa indah dan bahagia. Tak ada lagi yang namanya pertikaian, perselisihan, dan perdebatan. Sungguh hanya nikmat yang bisa dirasa.
Ikhwah, coba bayangkan seandainya sesama aktivis dakwah kampus bisa merajut dan menguatkan simpul ukhuwah diantara mereka pastinya amanah dakwah ini tidak lagi terasa sebagai beban yang memberatkan, semuanya terasa begitu indah dan ringan. Meski sakit hati ini merasakan cacian dan makian orang. Meski raga ini kelelahan dan keletihan menanggung rutinitas kerja dakwah yang padat. Semuanya akan berlalu begitu saja dan tergantikan dengan kenikmatan iman. Karena kekuatan ukhuwah tergantung pada kekuatan iman. Dimana iman kita mulai goyah disaat itu juga ukhuwah akan terjangkit virus yang membahayakan. Dan jika virus-virus ukhuwah ini terus menyerang keimanan seseorang maka hati ini tiada lagi ada rasa kepekaan.
Ikhwah, pernahkah kita mendo'akan saudara kita disetiap do'a yang kita lantunkan. Pernahkan kita memohon agar saudara kita diberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalankan amanah. Pernahkah kita meminta agar ukhuwah kita senantiasa terjaga hingga kita dipertemukan ke syurga. Pernahkah kita mendo'akan kebaikan untuk saudara seperjuangan kita. Kalau hal-hal seperti ini saja kita belum pernah melakukannya. Lalu bagaimana hati kita bisa terikat?
Ikhwah, seringkali kita mengabaikan arti penting dari ukhuwah. Terkadang kita hanya menganggapnya sebagai kebiasaan akhlak seorang muslim terhadap muslim lainnya, sehingga kita mengabaikan makna penting dan nilai-nilai mulia yang terkandung di dalamnya. Kalau boleh saya berpendapat, bisa jadi impian-impian dan cita-cita suatu jama'ah dakwah jauh dari realisasi karena kita melupakan nilai-nilai dasar dari ukhuwah, kita masih meremehkan kekuatan dari ukhuwah. Bahkan mungkin terkadang kita sudah jenuh dan bosan dengan materi kajian yang bertemakan ukhuwah, karena terkadang dalam diri kita muncul kesombongan yang menganggap bahwa materi itu sudah jadi konsumsi sehari-hari dan tak perlu dibahas.
Mari coba kita merenung dan bermuhasabah. Sudah sejauh manakah hubungan ukhuwah kita dengan saudara-saudara kita, dengan teman2 dan sahabat kita. Ikhwah, Allah sangat mencintai ukhuwah, terbukti Allah menurunkan banyak ayat yang berkaitan denngan ukhuwah. Dianntaranya adalah sebagia berikut :
Dalam QS. Al Hujurat : 10
"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara".

QS. Al Hujurat : 11-12
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (kerana) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain, (kerana) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita-wanita (yang mengolok-olok). Dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelargelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk setelah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim. Hai orangorang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang" (al-Hujurat [49]: 11-12).

Masih banyak lagi ayat-ayat yang menerangkan berkaitan dengan tema ukhuwah. Ikhwah, ukhuwah yang terjalin diantar kaum mukmin merupakan nikmat yang sangat luar biasa. Dalam firman-Nya..
"Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu kerana nikmat itu, sebagai orang-orang yang bersaudara" (Ali 'Imran [3]: 103).

Ukhuwah yang terjalian diantara orang-orang mukmin adalah berlandaskan atas iman dan aqidah sehingga ikatan yang terjalinpun pastinya sangat kuat dan istimewa dibandingkan dengan ikatan-ikatan lainnya. Bahkan bisa jadi hubungan persaudaraan yang dilandaskan atas iman dan aqidah bisa mengalahkan hubungan persaudaraan kandung yang tidak dilandasi akan iman dan aqidah. Sehingga dengan persamaan iman dan aqidah ini dapat mengantarkan kita pada suatu pandangan hidup dan tujuan yang sama. 
Bila dihadapkan dengan realita yang terjadi di lapangan, khususnya dunia dakwah kampus. Mungkin memang benar jika kualitas dari ukhuwah kita masih dipertanyakan. Apakah selama ini kita benar-benar sudah merasakan indahnya ukhuwah itu?kalaupun sudah mengapa masih ada ashobiah/fanatisme dalam golongan-golongan?kenapa kita masih menyimpan berbagai prasangka kepada saudara kita yang lain?terkadang kita menggunakan dalih berfastabiqul khoirat, padahal kita merasakan sendiri seolah-olah kita saling bersaing satu sama lain, yang pada akhirnya istilah perebutan kaderpun tak bisa dihindari. Ikhwah, kalau kita merasa ukhuwah ini sudah kuat, kenapa masih banyak saudara-saudara kita yang merasakan berjuang sendiri dalam mencapai keberhasilan dakwah. Padahal kita memiliki visi misi serta impian yang sama untuk kemenangan dakwah ini. Disaat ada ikhwah yang tertatih dan terseok-seok dalam menjalankan amanahnya, sedanngkan yang lain terbuai pada kenikmatan dan kenyamanan dunia yang begitu melenakan. Ikhwah, sejauh mana kekuatan iman kita bisa dilihat dari penerapan ukhuwah kita terhadap saudara kita, Ketika iman memiliki makna diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diperbuat dengan anggota badan, ukhuwahpun juga memiliki makna demikian. Tanyakan pada hati kita masing-masing apakah ukhuwah kita denngan saudara kita benar-benar sudah tertanam dalam hati kita, apakah kita sudah mencapai derajat ta'liful qulb?Ikhwah, sesekali kita memang harus menyatakan kepada saudara kita bahwa kita mencintai dan menyayanginya. Mungkin terkdang kita enggan dan merasa malu untuk menyatakan bahwa kita mencintai dan menyayangi mereka. Hal ini tidak jadi masalah asal perbuatan dan sikap kita sudah bisa mewakili dari rasa cinta dan kasih sayang itu. Jangan sampai ada rasa penyesalan pada diri kita disaat orang-orang yang kita sayangi pergi meninggalkan kita untuk selamanya sedangkan kita belum sempat menyatakan bahwa kita menyayanginya. Bila kita kembalikan ke amanah kita sebagai aktivis dakwah kampus, tak jarang kita menjumpai antar sesama ikhwah saling bersaing, berselisih, bahkan menaruh dendam hanya karena persoalan sepele. jika hal ini dibiarkan berlarut maka akan menghambat kinerja dakwah kita. Bagaimana kita bisa beramal jama'i dalam kerja dakwah ini kalau itsar terhadap sesama ikhwah saja terlebih dia adalah partner kerja kita dalam dakwah belum bisa kita tunaikan. 
Hati ini seolah menangis dalam kesepian, disaat kita memerlukan seseorang untuk mendengarakan keluh kesah kita tapi tak ada lagi rasa kepercayaan. Ya...rasa kepercayaan itu sepertinya mulai memudar dikalangan para ikhwah. Sikap tertutup dan tidak merasa butuh bantuan orang lain mulai timbul dalam diri seorang kader. Tanyakan pada diri kita masing-masing. Apakah kita pernah menghubungi atau sekedar menyampaikan masalah kita dan menceritakan apa adanya kepada murobbi kita, sahabat kita?Kalau mungkin ada diantara kita yang mempunyai binaan dan menjadi seorang binaan, bisa jadi antum sekarang ini tidak mengetahui permasalahn yang dihadapi binaan antum, bisa jadi binaan antum sekarang sedangn menghadapi permasalah yang sangat berat namun antum sebagai murobbinya tidak peka akan hal itu, jadi wajar jika banyak kader pemula atau bahkan sudah lama mengikuti halaqah tarbiyah ujung-ujungnya keluar dari jama'ah ini. Bisa jadi saudara-saudara kita banyak yang futur karena kita sebagai saudaranya tidak memiliki kepekaan terhadap saudara kita yang sedangn dirundung masalah. Ikwah, aktivis dakwah kampus hanyalah manusia biasa, mereka bukanlah barisan jama'ah malaikat. Jadi wajar, jika sifat-sifat manusiawi itu timbul pada diri mereka, termasuk kita. Kita membutuhkan seorang sahabat karib, sahabat terdekat, yang akan setia menemani liku-liku perjalanan hidup ini khususnya dalam mengemban amanah ini. 
Saya berharap, sedikit penggambaran fenomena ukhuwah di kalangan aktivis dakwah ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua bahwasanya bisa jadi impian dan cita-cita dakwah yang kita inginkan semakin jauh dari kenyataan lantaran kita sendiri yang menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, marilah kita perbaiki iman kita, aqidah kita, sehingga kenikmatan ukhuwah yang sesungguhnya  bisa kita rasakan. Tak ada lagi beban dan kegundahan yang menghantui sepanjang perjalanan kita dalam mengarungi dan menyelami kehidupan dakwah kampus ini. Marilah kita saling mendo'akan saudara-saudara kita disetiap rabithah yang kita lantunkan di tiap pagi dan petang. Semoga Allah mengikat hati kita dalam ikatan cinta dan kasih sayang-Nya...Amin

Teruntuk Saudaraku :
Sungguh indah ikatan persaudaraan yang dilandasi dengan iman
Semuanya terasa manis dan nikmat
Tiada dusta, persengketaan, dan pengkhianatan….
Aura pancaran iman menyinari hati yang terang
Menghasilkann sebuah simpul ukhuwah yang kuat
Merindu dan menanti
Namun…
Semakin tinggi pohon akan semakin kencang angin yanng menerpa
Imanpun menjadi taruhan atas menjulangnya pohon kebaikan
Apakah akar yang mengujam ke dasar bumi tidak cukup kuat untuk menahan hempasan angin
Sungguhsesak dada ini…
Jika iman tak sekuat yg dulu..
Kemanakah engkau saudaraku
Tidakkah engkau ingat akan masa2 manis itu
Meskipun kaki ini tertatih melangkah
Tujuan kemanapun tercapai jua
Lalu apa yang membuat kita seperti ini?
Apa engkau lupa akan hal itu semua
Sesak dada ini…
disaat akar mulai tak kokoh
disaat iman mulai melemah…
Disaat ini juga kekuatan besar itu harus tumbuh
Apa hanya karena ego kita yang memuncak
Kita lupa akan hakikat persaudaraan itu
Kini….
Di keheningan malam aku hanya bisa merenung dan memohon
Berharap cucuran air mata akan berujung pada cahaya yang berbinar
Menerangi hati yg kini gelap gulita
Semoga ukhuwah itu bisa kita rajut kembali
Maafkan aku saudaraku….


Oleh : Sang Perindu Ukhuwah (Saiful Amin)


Senin, 16 Januari 2012

Bedah Renstra (Pedoman Dakwah Kampus 2012-2014) menjadi saksi dimulainya babak baru sistem keterintegrasian dakwah di Airlangga

Sabtu, 14 Januari 2012

Perwakila Tim Penyusun Renstra (Akh Elga dan Akh Syahrul)
14 Januari 2012 para pejuang dakwah airlangga telah menorehkan sejarah yang akan menjadi kenangan hingga masa amanah dakwah tiga tahun ke depan. Ya....bedah renstra/pedoman dakwah kampus universitas airlangga 2012-2014 menjadi tonggak lahirnya revitalisasi dunia dakwah kampus di Universitas Airlangga. Pedoman ini merupakan penyempurnaan sekaligus menjadi penerus renstra/pedoman dakwah kampus terintegrasi tahun 2008-2011. Pembuatan renstra ini bukanlah untuk merevolusi atau mereformasi pedoman dakwah 2008-2011 akan tetapi sebagai wujud penyempurnaan sehingga capaian dan mimpi-mimpi dakwah kampus airlangga dapat segera direalisasikan. Proses yang berjalan di dalamnya memang bukanlah suatu hal yang mudah, terlebih pergolakan dan dinamika problematika dakwah kampus yang makin kompleks di tiap tahunnya. Butuh suatu kesabaran dan keistiqomahan dalam diri seorang aktivis dakwah kampus. Telah kita ketahui bersama bahwa dakwah kampus merupakan fase terpenting dalam dakwah secara umum. Karena salah satu tujuan dari dakwah kampus adalah untuk menyediakan suplai alumni yang nantinya mereka akan berafiliasi terhadap Islam dan akan senantiasa mendakwahkan Islam dimanapun mereka berada. Sehingga akan terwujud sebuah cita-cita yang mulia yaitu terbenuknya masyarakat madani. Kenapa kampus memiliki peranan yang strategis?karena di kampus inilah ribuan mahasiswa intelek dicetak, apalagi mahasiswa merupakan aset terbesar suatu negara, karena mahasiswa telah memiliki idealisme yang kental dan kuat. Dari sinilah akan lahir generasi-generasi emas yang akan membawa perubahan yang lebih baik untuk negara ini.
Ikhwah, kitapun menyadari bahwa tak seorangpun yang bisa lepas dari amanah menjadi seorang da'i. Karena sudah menjadi kewajiban manusia untuk menjaga, memelihara, dan menyejahterakan bumi berserta isinya. Sehingga sudah menjadi hakikat manusia untuk menyampaikan risalah kebenaran Islam kepada seluruh ummat manusia. Sehingga menjadi seorang da'i sebelum menjadi apapun adalah tuntutan wajib bagi setiap individu muslim.
Pedoman Dakwah Kampus Universitas Airlangga 2012-2014 dilaunching di Ruang Utama Masjid Nuruzzaman Universitas Airlangga yang terletak di sudut utara-barat kampus B. Dihadiri oleh seluruh BPH Janur UKMKI UNAIR 2012 beserta seluruh BPH SKI Fakultas yang ada di kampus A, B, dan C. Pedoman Dakwah ini menjadi arahan gerak bagi pelaku perubahan di Unair. Mungkin ini pertama kalinya sebuah renstra/pedoman dakwah yang dibukukan dan dibagikan kepada seluruh mas'ul fakultas, sehingga renstra ini tidak hanya dipahami dan dijalankan oleh Janur sebagai center of dakwah Unair tapi juga dipahami dan dijadikan pedoman untuk seluruh LDF yang ada di Unair. Sistem keterintegrasian memang sudah diterapkan sejak pedoman dakwah kampus Unair 2008-2011 diterbitkan. Dan sistem ini memang menjadi konsep dakwah yang ideal dan strategis untuk diterapkan di kampus Airlangga. Karena setelah dianalisis bahwasanya ashobiyah atau fanatisme LDF menjadi faktor penghambat kesatuan gerak dakwah di Unair sehingga perlu adanya suatu sistem yang bisa menyatukan gerak dakwah di Uanir. Dan Janur UKMKI Unair muncul sebagai LDK yang memiliki fungsi controlling, coordinative, dan development. Dengan adanya kesatuan gerak ini maka akan semakin mendekatkan pada impian dakwah kampus Unair untuk mencapai kejayaan dan kemenangan Islam di Airlangga.
Bukan hal yang mudah tentunya bagi tim yang menyusun renstra ini. Karena harus memadukan antara renstra terdahulu dengan renstra beberapa tahun ke depan. Sehingga diperlukan sebuah analisis yang tajam untuk menyusunnya. 
Akhy Yanuar Dwi Kurniawan, selaku Mas'ul Janur UKMKI UNAIR 2012 adalah sebagai pelaku pertama yang akan menggunakan pedoman dakwah kampus unair 2012-2014. Sosoknya yang sangat berkarakter membuat saya yakin bahwa beliau pasti  bisa membawa perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Beliau memiliki pengalaman yang sangat luar biasa dalam hal leadership. Meski beliau pernah sebagai mas'ul SKI FISIP selama 2 periode berturut-turut tak membuatnya merasa jenuh dan lelah akan amanah ini. Dan amanah barunya sebagi Mas'ul Janur UKMKI Unair tidak membuatnya melupakan adek2nya yang berjuang di FISIP. Sifatnya yang periang dan selalu menebar senyum kepada semua orang membuat beliau menjadi seorang qiyadah yang dirindukan oleh para jundinya. Kegigihannya dalam mencapai sesuatu hal, kepeduliannya dengan orang-orang sekitar, dan kepiawaiannya dalam berdiplomasi menjadikan beliau disegani dan dihormati banyak orang. Saat bedah renstra itu juga, beliau langsung mengambil alih pimpinan disaat tim pembedah renstra tidak bisa hadir fullteam. Ini juga menjadi ciri khas beliau. Bisa mengambil keputusan dengan cepat dan bijaksana disaat suasana darurat. Makanya tidak heran jika waktu masa kepemimpinan beliau di SKI FISIP pernah menyelenggarakan Pelatihan Dakwah Kampus Darurat (Cukup unik namanya). Kehadiran beliau selalu bisa menjadi penghibur bagi hati yang luka. Ini adalah pandangan saya terhadap beliau.
Mas'ul Janur UKMKI 2012, Akh Yanuar DK (tengah, mengenakan jaket Janur UKMKI)
bersama dengan mas'ul LDF se Unair
Dalam renstra tersebut mengulas semua pokok komponen dalam dakwah unair, diantaranya kaderisasi, syiar, kemuslimahan, PBA, Yansos. Masing-masing dibahas secara lejit dan detail untuk mempermudah kader dalam memahami apa maksud dari renstra tersebut. Karena harapannya dengan adanya bahasan-bahasan tersebut bisa digunakan sebagai acuan dalam pembuatan program-program strategis dalam rangka mewujudkan mimpi-mimpi dakwah unair. Sehingga cta-cita untuk bisa membawa Janur dalam ranah Internasional bukanlah suatu hal yang mustahil. Cita-cita bersama jika dilaksanakan dalam sebuah amal jama'i tidak akan menjadi beban, namun akan menjadi suatu ladang amal sholeh yang nikmat untuk dikerjakan. 
Mas'ul/perwakilan dari tiap LDF setelah menerima
buku pedoman dakwah kampus uanir 2012-2014
Di sesi terakhir bedah renstra. Tim penyusun renstra membagikan buku pedoman dakwah kampus Unair 2012-2014 kepada seluruh mas'ul LDF seUnair. Dan pasca itu, masing2 LDF sudah siap untuk merancang program kerja yang sesuai arahan di buku pedoman tersebut sehingga konsep keterintegrasian ini akan memulai babak barunya di tahun 2012. Dakwah terintegrasi harga mati!
Semoga Allah senantiasa mengikat hati-hati kita untuk tetap istiqomah dalam jalan dakwah ini, menguatkan simpul ukhuwah dan kesatuan tekad untuk mewujudkan Unair madani...Allahu Akbar....





Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari
agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah
mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut
terhadap orang yang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir,
yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka
mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-
Nya, dan Allah Maha Luas , lagi Maha Mengetahui.
(QS. Al-Maidah : 54)
By : Saiful Amin