Madiun, 25 Desember 2011
Subhanallah...hati ini selalu berpaut pada suatu kenangan yg indah, meski telah lama terlewati ato bahkan telah lama tidak terlintas di pikiran. Entah sy mau mengawali dari mana. Setiap kali ada kesempatan untuk menginjakkan kaki di tanah kelahiran selalu ada panggilan untuk bersilaturrahim ke tempat2 yg penuh kenangan. Hari ini, ditemani oleh beberapa saudara sy yg berkenan menemani perjalanan sy di kampung halaman, mereka adalah Mas Zen, Taufik, dan Adiarsa. Mungkin mereka tidak mengerti dan paham dg apa yg sy maksud. Air mata ini tak bisa tertahan lagi ketika sy melihat sebuah masjid yang terletak di Jalan Jawa No. 15 Madiun ini. Masjid yg ukurannya tidak terlalu luas. Sekitar 10 x 10 meter. Ada hijab yg membatasi antara jama'ah putra dan putri. Dengan ornamen yg sudah sedikit berbeda dengn yg pernah sy lihat pertama kali. Mungkin sekitar 6 tahun yang lalu.
Adzan magrib pun berkumandang. Segera ku ambil air wudlu dan mengikuti sholat berjama'ah. Muadzin dan para jama'ahnya pun sudah berbeda dari yg pernah sy lihat sebelumnya. Banyak yg tidak ku kenal.
Masjid at taubah...ya....masjid penuh dengan sejuta kenangan. Aku merindukan masa-masa itu. Masa dimana aku mulai berkenalan dengan dunia dakwah sekolah. Ada seseorang yg sangat telaten dan sabar dlm mengajakku. Memberikan undangan kecil yang terselip di kotak amal berwarna putih mungil utk sekedar mengikuti halaqah, tapi aku selalu mencari kesibukan untuk menghindari undangan itu. Tapi usaha dari kakak kelasku untuk mengajak adek2nya mengikuti halaqah sangat luar biasa, mereka begitu sabar. Aku bingung mau mengawali dari mana, air mata ini cukup membuat tanganku sulit untuk menitikan kalimat-kalimat penuh kenangan itu. Karena aku hanya bisa menangis disaat aku mulai menginjakkan kakiku di masjid itu. Aku teringat dengan semua kenangan yg ada pada waktu itu. Liqo pertama dg murobbi pertamaku yang berasal dari non alumni sma-ku terjadi di masjid ini. Aku merasa sedih ketika kucari photo2 saat ada agenda di masjid itu tapi tak satupun yang aku temukan dan akhirnya setelah kucari kudapatkan satu photo (meski sy tdk kenal siapa akhwat2 yg ada di photo itu). Suasana hati ini tidak bisa tergambar dan terlukiskan dengan kata2. Simpul ukhuwah yg sdh terbentuk kala itu sangat membekas di hati meski kami semua telah dipisahkan oleh tempat dan waktu. Tempat itu menjadi tempat yg sangat bersejarah bagiku. Kala itu minimal satu kali dalam sepekan aku pasti berada disana, bahkan hampir tiap hari.
Sekitar satu bulan yg lalu sy sempatkan untuk pulang ke madiun. Dan akupun menyempatkan diri untuk berkunjung ke masjid itu, tepatnya pada hari sabtu siang menjelang asar. Dengan segera ku parkir motorku di depan masjid yang berada di belakang sebuah optik kacamata milik seorang dokter spesialis mata yang merupakan pimpinan takmir masjid itu. Aku sangat senang dan ceria melihat adhek2 yg memakai seragam pramuka duduk membentuk halaqah. Aku sengaja menunggu di serambi masjid agar kedatanganku tdk mengganggu aktivitas halaqahnya. Ketika aazan asar berkumandang aku mulai memasuki masjid. Adhek2 dg sigap menyambut kedatanganku dan menyalamiku dg penuh keceriaan meski aku tidak mengenal mereka sepenuhnya, tapi sayang kal itu pandanganku hampa dan kosong, melihat ustadz yg mengisi halaqah mereka...loh..kok...mana murobbi yg dulu pernah sy transfer dari MR sy?dalam hati sy bertanya2. Aku baru tersadar bhw adhek2 sekarang sudah tidak dipegang oleh tarbiyah lagi....mereka telah diambil alih oleh harakah yang lain. Sedih hati ini melihatnya...itu tdk menjadi persoalan besar bagiku. Asal mereka bisa terjaga dan terbina serta msh berkontribusi dlm dunia dakwah sekolah.
Masjid Al Furqon SMAN 2 Madiun.
Untuk masjid yang satu ini juga meninggalkan kenangan dan memori yang luar biasa. Sebuah masjid sekolah dengan ukuran yg tidak terlalu luas. Lokasinya berada di bagian paling barat dari area sekolah. Bagian selatan langsung berbatasan dengan kantin sekolah (Kantinnya mbok Sri, he he). Di depannya ada tangga yang menuju ke lantai 2 dan diapit oleh 2 kelas. Bagian utara berbatasan dengan kelas XI IPA 5 dan Perpustakaan sedangkan yang unik adalah di bagian belakang langsung berbatasan dengan kelas XI IPS 1 yang dihubungkan oleh sebuah pintu, jadi kalo jama'ah membludak ruangan kelas itu berubah menjadi serambi masjid, he he).
Masih sangat teringat jelas kenangan di masjid itu. Ketika itu ada serangkaian acara MOS (Masa Orientasi Siswa), dan diantaranya adalah adanya kegiatan sholat berjamaah wajib bagi siswa baru. Seusai sholat ada sedikit taujih dari kakak2 panitia (anak rohis mungkin) kemudian dilanjtkan dengan games yang dilaksanakan di dalam masjid itu juga. Dengan senyuman dan keramahannya mereka memandangku seolah mereka sudah sangat dekat denganku. Sejak pertemuanku dengan kakak2 kelas itulah yang notabene mereka memiliki seabrek prestasi dari yang tingkat lokal sampai internasional membuatku makin membuatku jatuh cinta dg mereka. Subhanallah.....Tak banyak yg akan kuuraiakan disini. Aku hanya membuka kenangan itu untuk menghibur diriku sendiri. ya....karena tak banyak orang yg bisa kujadikan teman untuk berbagi cerita. Karena seseorang yg sebelumnya akan kujadikan saudaraku, tempat berbagi sepertinya tidak mau menerima kehadiranku. Karenanya aku ingat dengan MR pertamaku (kini menjadi orang yg luar biasa), kerenanya aku teringat masa laluku. Semoga kenangan2 ini akan menjadi temanku dalam kesendirian.
Pasca aku mengunjungi masjid At Taubah. Ku lanjutkan perjalananku untuk menemui seseorang yang pernah singgah di halaqahku dl meski tdk lama. Karena posisinya kala itu sebagai transisi dari satu murobbi ke murobbi yang lain. Alhamdulillah meski ngobrol tidak lama. Pertemuan yg singkat itu sangat indah dan cukup menghibur hati yang lara. Terima kasih ya Allah...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar